Tuesday, March 2, 2010

FB graffiti from Anis

Express your feels using sketch that you draw...it become beautiful...like Anis Fetnalita do...


Friday, February 12, 2010

Simple statement but deep meaning by Anis

FTP's id anis fetnalita...having to write a simple but deep meaning statement...why is it so interesting for us? look at that line..."your problem is my problem", a difficult attitude consider that nowadays situation of life that people always depending on individualism need.

Sunday, January 24, 2010

Idea from Febri


A tool from FB...an idea from FTP's id Febriyana Aliya Rahmadani
One think for sure..nice color composition

Thursday, December 31, 2009

Fahrizal sketch his dream motorcycle


Yes ...this is from motorcycle addict Fahrizal...even he made the sketch <_<...ehehehe.

Nice one..he can get a job as Yamaha Engineer

Tuesday, November 3, 2009

Jie Han Han poetry about Friendship


Friendship..yes..one of wonderful things in the world..full of love...forever last...this is the poetry about that. Very nice.

Sunday, October 25, 2009

We've got Japanese style...Yes It's Manga Style...great works from Ichigo



Tania Putri in manga style...Yes it only happen in our lovely forum FTP....Thanks again Ichigo...

Saturday, October 17, 2009

Poetry about time by Jie Han Han


This is another poetry from FTP's id: kwong kwong describing about we are supposed not to waste the valuable time. Great suggestion.

Friday, October 16, 2009

Jie Han Han first Poetry


FTP's id: kwong kwong known as Jie Han Han express her deep feeling to someone using simple but lovely words. Nice writing.

Wednesday, September 30, 2009

Photography Action by Rahmawati Alviah

Title: Area Kereta (Train Area)
Photographer: Rahmawati Alviah
Touch up: NpHO (donny)



Title: Barisan Kereta (Line of Train)
Photographer: Rahmawati Alviah
Touch up: NpHO (donny)



Title: Parkir Kereta (Train Parking )
Photographer: Rahmawati Alviah
Touch Up: NpHO (donny)


Above is great both of moment and angle photograph shoot taken by FTP's id : Alvi known as Rahmawati Alviah...very talented.

First Short Story from Likha Gustiari

title:

Pergi Cinta

Semua kenangan bersama seseorang yang sangat kusukai begitu sulit untuk dilupakan walaupun seseorang itu telah jauh dari aku dan aku telah memilih orang lain sebagai pendampingku. Aku – Cheryl, 17 tahun. Aku terlalu lama memendam perasaanku pada orang aku suka, sehingga waktu hilang dari kehidupanku sekarang, aku benar-benar kehilangan dia. Saat itu semua memang salahku. Dulu aku yang tak denger kata-kata teman-temanku. Mereka bilang, aku seharusnya membuka hatiku dan memberinya satu kesempatan. Tapi, aku tetap memendam rasa itu.

Dua bulan sebelum penyesalanku. Aku bertemu Raka – sosok cowok yang aku sukai, di salah satu tempat kursusku. Awalnya, aku sering cekcok karena dia selalu membantah kata-kataku. Jika ia bantah dalam batas normal, aku masih bisa toleran-lah. Tapi, ia sampai memojokkan aku, seolah aku yang bersalah. Namun, aku nggak pernah nyangka perasaan sebelku, berubah jadi rasa sayang tehadap dia.

”Hei,, belom pulang ??” Tanya Raka, ketika melihatku di depan pintu tempat les. Aku kaget melihat dia, nggak biasanya ia nyapa seperti ini. Biasanya, kalo bertemu, ia selalu menarik rambutku atau mencubit pipiku dengan sangat keras
”Matamu buta atau apa sih?! Nggak liat? !Tuh!!” Gertakku smabil menunjukkan ke dia, hujan deras yang seperti tirai tebal
”Iya tau!! Aku kan cuma nanya. Jutek banget sih jadi orang.” Umpatnya
”Pulang naik apa? ” Tanyanya lagi. Aku belum menjawab di hadapan kita berdua udah datang mobil yang menjemputku.
”Itu. Udah ya, pulang dulu..” Ujarku sambil masuk ke mobil yang akan mengantarku menuju rumah kesayangan. Dari spion mobil, mengamatinya. Aku merasa bersalah telah bersikap kasar padanya.

Aku bener-bener jadi nggak enak hati sama dia. Jujur, sebenarnya aku ingin menunjukkan perasaanku, tapi aku nggak bisa. Aku udah terlalu sering menggertak dia.

”Itu tadi Raka ya ?!” Tanya Joy, salah satu teman saru sekolahku yang juga pulang dari main futsal di dekat tempat kursusku. Entah kenapa, aku merasa nggak connect dengan Joy yang ada disebelahku. Sepertinya pikiranku masih melayang – layang ke Raka.
”Cheryl ?!” Panggilnya
”Ah, iya.. Kamu manggil ?” Ucapku tersadar dari lamunanku
”Ada apa? Kamu habis nangis?” Tanya Joy seraya memindahkan persneleng mobilnya. Aku nggak sadar kalo aku menitikkan air mata. Aku sendiri nggak tau kenapa aku nangis. Apa aku menangisi Raka? Tapi, untuk apa ?
”Nggak. Aku cuma ngantuk aja. Habis capek sekali ” Bantahku.
”O iya., aku turun disini aja dech. Ntar berisik, kan udah malam.” Pintaku. Joy menghentikan mobilnya, dan aku segera turun tanpa mengatakan apapun. Aku langsung menuju ke blok rumahku, aku lupa menyampaikan terima kasih. Pikiranku sedang kalut.

Keesokannya, perasaanku tambah gundah dan gelisah. Seolah aku akan menerima kabar yang tak mengenakkan entah apa dan siapa. Tapi, di sekolah aku nggak ingin menunjukkan kegundahanku dihadapan teman-teman baikku. Aku tetap berlaku seperti nggak ada apa-apa. Kegelisahanku terjawab sudah. Ternyata kabar nggak mengenakkan itu dari salah satu teman baikku juga. Ruapanya, shasha – temanku bahkan sahabatku, telah dijodohkan oleh orang tuanya bahkan mereka mau tunangan !!. You know who ? Raka. Tidak !! Aku seperti dapat musibah denger hal itu, Aku merasa Shasha mengkhianati aku. Aku selalu cerita tentang Raka, termasuk soal perasaanku. But.. I don’t believe that..



”Cheryl, I’m so sorry. Aku harusnya bisa nolak ini. Tapi, aku nggak bisa. Kamu tau, aku seperti ’dijual’ oleh mama tiri aku. Alasannya utang keluarga kepada keluarga Raka. Maaf, Cheryl.. Aku tau perasaanmu.” Shasha mencoba menerangkan semuanya padaku
”Udahlah, Sha. Nggak usah dipikirin. Aku tau kok, mungkin kamu yang terbaik buat Raka. Dan aku percayakan Raka ke kamu. And kita tetap sahabat, kan!” Ujarku bijak, aku nggak mau melampiaskan sakit hatiku ke Shasha. Biarlah, ia yang mendapat kebahagiaan.
”Ryl, aku tetep merasa nggak enak. Kamu selalu ngorbanin diri kamu. Aku akan ngomongin ini ke Raka juga ke mama. Siapa tau mereka ngerti. Aku akan batalin pertunangan itu.” Tekad Shasha
”Nggak perlu.” Aku memeluk Shasha
”Kesalahanku adalah nggak menunjukkan sayangku ke dia dari dulu. Jadi, sekarang dia adalah hak kamu, Sha. Aku percaya kamu.” Lanjutku. Aku melepaskan pelukan dari Shasha, dan berjalan menuju kelas, meninggalkannya di taman sendirian. Aku masih tak percaya. Jika ini mimpi, aku ingin cepat-cepat terbangun dan tak ingin mengingat hal itu lagi.

Saat pulang sekolah, aku makin nggak kuat untuk tidak menangis. Akhirnya air mataku jatuh juga. Aku ingin berhenti menangis. Tapi, tak bisa berhenti. Hingga Yuki, Anti, Joy dan Satria datang menghiburku. Diantara mereka tak ada Shasha. Entah kemana Shasha. Ia hanya menitipkan engaged’s party invitation melalui Anti. Ketika aku melihat foto yang ada di sampul depan, tangisku makin menjadi. Acaranya tinggal seminggu lagi. Itu berarti, aku akan kehilangan harapanku untuk memiliki Raka – orang pertama yang aku kenal baik di tempat kursus.

Beberapa hari kemudian di tempat kursus. Raka nggak ada. Kemana dia? Aku ingin lihat dia. Sebelum dia jadi milik yang lain. Sakit banget, rasanya harus ngerelain dia buat yang lain. Tapi demi sahabatku, aku rela melakukan apapun, termasuk membiarkan cowok yang pernah memberi aku harapan bersama dengan seseorang yang selalu bersamaku selama dua tahun di SMA itu.

”Aah, paling dia lagi nyiapin acaranya. Makanya ia nggak datang sekarang.” Batinku smabil terus mencoba mengikuti pelajaran.

Jam 8 malam. Aku baru pulang kursus. Di dekat parkiran, aku melihat Raka. Sedang apa dia ? Karena aku penasaran, aku mendekatinya. Aku bertekad. Aku takkan terlihat sedih, ketika ada dia.

”Aku tau kamu pasti tau soal perjodohan itu.” Ucapnya pelan sambil memegang tanganku. Tangannya begitu dingin, sepertinya ia nervous. Why??
”Shasha udah cerita ke aku. Aku seneng dia cerita banyak tentang kamu. Dan yang paling buat aku seneng adalah ketika aku tau kamu punya perasaan ke aku. Karena aku juga sayang kamu.” Terang Raka tanpa melepaskan genggamannya
”Raka, udah! Perasaanku nggak penting. Kamu akan jadi milik orang lain, jadi perasaanku takkan digunakan lagi.” Ujarku sambil melepasakn tangannya
”Perasaanmu penting. Karena itulah yang akan mengubah masa depanku.” Ucapnya tegas. Aku tak mengerti apa maksudnya. Sebelum aku bertanya maksudnya, dia sudah mencelanya
”Maksud aku nemuin kamu, aku cuma mau bilang, kamu harus datang ke acara itu. Aku akan ngenalin kamu sebagai cewek aku.” Terangnya. Belum aku menanggapin hal itu, dia udah pergi dengan motornya. Aku tambah bingung dengan ini. Tapi, sepertinya ku takkan hadir. Aku tak menganggu dia lagi. Aku tau, kalau itu permintaan orang tua, berarti itu yang terbaik. Lagi pula, cinta itu bahagia melihat oarang yang dicintai bahagia walau tak bersama kita.

Seminggu kemudian. Hari yang membuat hatiku bertambah sakit, datang juga. Aku makin nggak kuat. Rasanya, aku nggak semangat menjalani hari-hariku tanpa dia. Ya Allah, apa aku sanggup mengikhlaskan Raka buat Shasha, sahabatku sendiri ?

Malam hari, dihari Sabtu, teman-temanku yang lain datang menjemputku. Padahal, aku sama sekali nggak ada niat buat datang.
”Aku udah mencoba buat tegar dan berlatih sabar. Tapi, nggak da hasilnya.” Aku mengungkapkan apa yang aku rasakan pada Yuki dan Anti
”Cheryl, nggak segampang itu buat jadi orang sabar dan tegar. Kamu kan baru mencobanya, jadi nggak masalah kalau kamu belom bisa menerapkannya.” Nasihat Anti
”Iya. Mungkin setelah kamu melihat mereka, kamu baru bisa ikhlas. Sekarang siap-siap ya?! Satria udah nunggu tuh dimobil. Shasha sangat mengharapkan kedatanganmu disana.” Yuki ikut menimpali
”Nggak. Lebih baik kalian aja. Aku titip salam buat mereka.” Jawabku cepat
”Tapi, mereka ngarepin kamu banget.. Ayolah, sekali ini aja, kamu rendahin egomu itu.” Bujuk Anti
”NGGAK !! Kalo aku nggak kuat, kalian mau nanggung ?? Seandainya aku nangis lagi.. HAH ? ” Aku benar-benar marah.

Akhirnya mereka berangkat. Aku melihat kepergian mereka melalui jendela kamarku. Air mataku jatuh lagi. Aku mengambil fotoku bersama teman-teman kursusku, yang aku pandangi hanya wajahnya.

”Akhirnya kamu nggak jadi milikku. Kenapa nggak sesuai harapanku? Aku nggak kuat menghadapi ini semuanya. Semoga kamu bisa bahagia.” Ucapku pilu.

Aku mengambil gaunku, memoles make-up, dan bersiap pergi. Aku ingin mengucapkan selamat pada mereka. Aku memanggil taksi. Begitu taksi datang, aku langsung berangkat. Acara puncak, pertukaran cincin mulai, ketika aku tiba. Aku mengamati dari kejauhan. Aku tak ingin terlihat oleh Raka. Aku nggak ingin ia membatalakan acara pentingnya. Saat aku memperhatikan gerak-gerik Raka, ada tangan yang merangkulku, ketika menoleh ternyata itu Joy. Aku membiarkan tangannya dipundakku. Dan aku merasa laebih nyaman begitu. Sekarang cincin-cincin itu telah melingkar di jari mereka. Tapi, aku tak melihat raut wajah bahagia dari keduanya, baik Shasha maupun Raka.

Keesokan paginya, aku terbangun dengan bangunan dari Raka. Entah kapan ia datangnya, ia sudah ada di dikamarku. Menatapku sedih.

”Tadi malam kamu nggak datang ?? Aku sangat nunggu kamu.” Ucap Raka sangat lirih. Dari perkataannya, aku tau, dia sangat mengharapkanku
”Hah? Nunggu aku?! Buat apa?” Tanyaku, seolah aku nggak tau apa – apa.
”Kalo kamu datang, aku bisa membatalkan semuanya. Karena aku akan bilang, kamulah orang yang aku sayangi sepenuh hati. Bukan Shasha.” Terangnya. Aku memperhatikan jari manis kirinya – tempat cincin pertunangan itu berdiam.
”Kalo kamu mutusin seperti itu, kenapa kamu nggak melepas cincin itu. Kalo seperti ini, sama aja kamu membuat aku sakit hati lagi. Asal kamu tau, dulu aku juga menyukai kamu. Tapi, aku nggak pernah bisa nunjukin tentang perasaanku. Karena aku kira, aku nggak berarti buat kamu.” Ujarku meneteskan air mataku. Raka memelukku, dan meminta maaf.
”Maaf. Kalo aja aku bisa mengerti perasaanmu dan mengutarakan perasaanku dari dulu. Pasti saat ini kita udah bersama.”
”Raka.” aku melepaskan pelukannya,
”Udah terlambat. Aku sadar mungkin kau bukan untukku.” Aku menenangkan suasana saat itu
”Aku harus pindah ke Las Vegas. Orang tuaku baru dapat warisan berupa rumah disana. Pertunangan itu adalah simbol janji ortuku dan ortu Shasha. Aku kesini cuma mau pamit.” Cerita Raka sambil tertunduk sedih
”Mungkin itu yang terbaik. Pergilah. Agar aku dapat melupakanmu dan semua kenangan kita.” Ujarku tambah sedih.
”Raka, kamu sekarang pulanglah. Aku ingin sendiri.” Aku mengusirnya
”Mungkin ini akan membuatmu tenang.” Ucap Raka. Ia mengecup keningku. Air mataku tambah deras.
”Good bye. Jaga dirimu,” Raka meninggalkan kamarku.


Beberapa hari kemudian. Aku sama sekali tak pernah tahu apapun tentang Raka. Bahkan Shasha-pun telah pindah sekolah. Dia tak memberi tahu alasannya apa. Yang aku tahu sekarang, Raka udah nggak ada dari kehidupanku. Dan aku tak pernah tahu dimana dan bagaimana ia sekarang. Aku memutar lagu untuk menggambarkan perasaanku saat ini. Lagu yang aku pilih itu adalah :

Pergi cinta…
Lupakanlah aku, cinta
Kurelakan dia
Ada dipelukmu
Pergi cinta
Hapus bayanganku, cinta
Bahagiakan dia, cinta
Sampai akhir waktu
Engkau bersamanya
( Pergi Cinta, by : Audy )

Walaupun kini aku telah memilih Joy sebagai kekasihku, aku tak pernah bisa melupakannnya. Sekalipun aku mencoba melupakan semua tentang dia, yang kudapat adalah rasa sakit. Bener – bener rasa sakit.


S E K I A N



Great isn't it? Love to read the second one.
This is from FTP's id: Likha Gustiari

Friday, September 25, 2009

First Poetry from Hilman Luthfiansyah


And this is why there is a man with romantic feel. Very simple words but deep in one concatenation of poetry. Hilman Luthfiansyah (FTP's id:hilman) wrote this to express her experience. Good..thumbsup

First Quotation From Mutiara Donna Visca


A solid sentence from FTP's id: bebeh known as Mutiara Donna Visca. As she do her father words with noble and humble.
And in english she says:
"...As my father said, "If someone does hurt you, humiliate and betrayed you so let that happen to you, but don't take a revenge for that". And I try to do that"

Cyntia expression with words

FTP's id: cyntia known as Cyntia Firawati Sari express the feeling that bother her about how very loving care her parents to her and she would try hard not to disobey or upseting her parents to be a good person.

Tuesday, September 22, 2009

Idul Fitri 1430 H Poetry by Likha Gustiari



In the Great Day of Idul Fitri 1430 H FTP's id: Likha Gustiari wrote the latest poetry about human behaviour facing the Great Day...He describe about self givingness and forgiveness..remarkable...Very Good one Likha

Thursday, September 17, 2009

First poem from Chacha Ayu Listhania


Chacha expresses her friend bitterness about the life... this poem is very deep...good one.

Wednesday, September 16, 2009

Bambang Budi Setiadi released rhyme too


FTP's id: bams_muts known as real name Bambang Budi Setiadi..with his nosy and a little bit joke or humor ..he express two ryhme about Tania Putri..hehehe...good.

Chacha has own ryhme about Tania Putri


Yes..this is from FTP's id: chacha ayu listhania...maybe this is an expression about how surprise she is when the first time met Tania Putri.

A rhyme from rena


A rhyme from FTP's id: rena_rani...short but absolutely right..

A spontaneous expression from TblasTZane


This a spontaneous expression from FTP id's: TblasTZane...great words

Tuesday, September 8, 2009

The second poem from donny

The Cute Funny Smart Little Girl

by donny


When you see her, there will be blithe in your face
When you talk to her, your mind will flow
When you tease her, you will be smile for her response

But when you in anger, you will be blindfolded not to see her smile
In sorrow, your mind scramble and misunderstand her word
In pain, you yell at her and making her bow

So don't be such a childish mean person
Say it now!
Say it now to your best friend, to your girlfriend, to your fiancee, to your wife, to your sister...
Say it:
"You are precious for me"



you the inspire for me...thank you

Avatar from Gie


This is the avatar that FTp's id: Gie placed in FTP forum.
Nice concept.

Thursday, August 20, 2009

Poem from donny


Sorrow Words of Ordinary Too Loving Care No Precious

by donny

My Idol.....
The way you smile
Is the only thing that I can see you

of course...in your photograph.....

The way you post your words
Is the only thing that I feel your sense

no other than your message in a forum.....


And then.....and Idea came.....
Let others happy so I will be happy to0.....
Happy for her presence near them
I endorse them, any way that I could
But that whole things is the wrong concept

She is way far from me.....
Others too way happy for their self

But be happy always


from FTP's id: donny

Thursday, August 6, 2009

The second Poetry from Likha Gustiari


FTP's id : Likha Gustiari eventually is a very talented poetry maker. This second poem has to be the prove of my statement about how talented she is to write a poem. Very Nice.

Idea from Noviana



FTP's id: noviana permatasari wants a new creation for forum t-shirt. She got an Idea about how to place Tania picture on the t-shirt. And the picture above is about the result of her idea. Nice isn't it?

Monday, August 3, 2009

First Quotation from Cyntia


This is from the expression of Cyntia to her mother..so she write about her mother and I believe this is going to be a nice quotation.

Saturday, August 1, 2009

First Photo Editing by ARA

Click to enlarge

Lovely...the picture is edited by FTP's id: ARA which comes from creative imagination and then she try to realizing the imagination completely through comprehensive photo editing. In this case she add the butterfly wings so the picture or the object can be looks more cute.

Photo Editing from Ichigo


This photo to sketch is amazing...the creator (FTP's id: Ichigo) is completely use all of his ability to make it wonderful.

Friday, July 31, 2009

First Photography works from Iqbal

Click to enlarge

This is first photography works from him(FTP's id: Chiptune_Holic) for this gallery. Taking the picture by himself and edited too. Lovely photograph. Love to see more of his works.

First Poetry from Likha G.

Click to enlarge

This is the first poetry from FTP's id: Likha G

The first one cartoon.

Click to enlarge

This is from:

FTP's id: donny